Sabtu, 14 Juni 2014

Dua Kalimat Syahadat / Syahadatain

Syahadat merupakan Rukun Islam yang pertama. Seseorang dapat dikatakan masuk islam jika dia telah mengucapkan dua kalimah Syahadat atau Syahadatain. Dua kalimat yang menjadi kunci keselamatan seorang manusia atau jin untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Kalimah Syahadatain :

أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ - وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ

Arti kata :




أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ

Aku bersaksi dengan disertai Ma’rifat juga Tasdiq
:
أشهد
Apapun yang kulakukan dan kuperbuat
:
أن
Tiada Tuhan yang Maujud, yang Haq dan wajib ditaati perintah dan larangan-Nya
:
لااله
Kecuali Allah
:
الا الله

 وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Dan aku bersaksi dengan disertai ma’rifat juga tasdiq
:
 وأشهد
Sesungguhnya Nabi Muhammad
:
ان محمدا
Utusan Allah
:
رسول الله

Dalam arti kalimah syahadat di atas ada kata Ma’rifat dan Tasdiq. Meski tidak terdapat dalam kalimah syahadat, tapi ini adalah hal yang sangat penting dalam keimanan. Sudah betulkah keimanan kita saat mengucapkan dua kalimah syahadat?

Apa itu Ma’rifat?
إِدْرَكٌ جَازِمٌ بِحَيْثُ لَايَقَعُ مَعَهُ تَرَدُدُ مُوَاقِعُ لِلْوَاقِعِ نَاشِئٌ عَنْ دَلِيْلٍ

“Pemahaman yang tegas sehingga tidak ada keraguan sedikitpun didalamnya, pemahaman yang sesuai buktinya, dan berdasarkan pada dalil/alasan.”

Apa itu Tasdiq?
مَعَ الإِذِّعَانِ وَالقَبُوْلِ
“Disertai dengan pengakuan dan penerimaan atas ajarannya.”

Adapun tasdiq itu ada shigatnya.

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلَامِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا وَبِالْقُرْآَنِ اِمَامًا وَبِالمُؤْمِنِيْنَ إِخْوَانًا

رَضِيْتُ
Aku ridla
بِاللهِ
Kepada Allah
رَبًّا
Bertuhan
وَبِالإِسْلَامِ
Kepada agama Islam
دِيْنًا
Beragama
وَبِمُحَمَّدٍ
Kepada Nabi Muhammad
نَبِيًّا
Bernabi
وَرَسُوْلًا
Berrasul
وَبِالقُرْآَنِ
Kepada A-qur’an
اِمَامًا
Berpedoman
وَبِالمُؤْمِنِيْنَ
Kepada orang-orang yang beriman
إِخْوَانًا
Bersaudara



Maka Syahadat yang diucapkan berkesimpulan sebagai berikut:


 


أَشْهَدُ (إِدْرَكٌ جَازِمٌ بِحَيْثُ لَايَقَعُ مَعَهُ تَرَدُدُ مُوَاقِعُ لِلْوَاقِعِ نَاشِئٌ عَنْ دَلِيْلٍ مَعَ الإِذِّعَانِ وَالقَبُوْلِ) أَنْ لَااِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ



 Artinya: “Aku bersaksi dengan disertai pemahaman yang tegas sehingga tidak ada keraguan sedikitpun didalamnya, pemahaman yang sesuai buktinya, dan berdasarkan dalil, juga disertai dengan pengakuan dan penerimaan atas ajarannya, bahwa sesungguhnya apapun yang kulakukan dan kuperbuat, tiada Tuhan yang wajib disembah dan dita’ati perintah dan larangan-Nya kecuali Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”

*Terjemah dari buku berbahasa Sunda karangan ulama daerah.

( والله اعلم )